This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label HARAKAH. Show all posts
Showing posts with label HARAKAH. Show all posts

Monday, 29 June 2009

Mungkinkah Ikhwan, Hizbut Tahrir, Salafy Bergabung

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Adanya kelompok semacam ikhwan, HT, salafi dan lainnya hanya sekedar sebuah ijtihad. 100 tahun yang lalu semuanya tidak pernah ada. Bagaimana mau ada, lha wong para pendirinya saja belum lahir?

Jadi kelompok-kelompok itu sebelumnya tidak pernah ada, dan sangat mungkin suatu hari nanti semuanya akan musnah hilang dari lembar sejarah.

Apalagi umat ini setiap saat berganti generasi, setiap dekade punya pahlawannya sendiri-sendiri. Selama sejarah panjang 1400 tahun, kita sudah memiliki ribuan pergerakan, bahkan kita pernah punya ratusan daulah Islamiyah.

Yang besar-besar saja, yaitu khilafah Islamiyah, kita pernah punya sampai empat kali. Khilafah Rasyidah selama 30-an tahun. Lalu khilafah Bani Umayyah di Damaskus selama kurang lebih 90-an tahun. Lalu khilafah Bani Abbasiyah di Baghdad, yang berkuasa ratusan tahun lamanya. Hingga terakhir kita punya khilafah Turki Ustamni yang mengakhiri kejayaannya di tahun 1924 kemarin.

Ikhwan, salafi, HT dan sejenisnya sebenarnya mewakili pergerakan umat Islam di abad 20, yaitu setelah bubarnya khilafah terakhir. Berbagai harakah ini sebenarnya boleh dibilang semacam alternatif dari kekosongan khilafah dan kemunduran umat. Apalagi saat itu adalah masa kolonilisme dan imperialisme barat atas umat Islam.
Ada banyak prestasi yang sudah diraih selama abad 20, ada banyak peta yang berubah, dan ada begitu banyak kemunduran yang pernah ditelan.

Nah, bukan tidak mungkin di abad 21 ini, peta pergerakan berubah lagi. Boleh jadi nama-nama pergerakan di abad 20 akan hilang dan musnah. Kemudian berganti dengan pergerakan lainnya lagi. Atau bisa saja tetap ada dan masih berjaya terus. Dan bisa jadi pula khilafah Islamiyah yang pernah hilang selama 100-an tahun itu muncul lagi. Kita tidak pernah tahu. Karena semua itu rahasia Allah SWT.

Kalau anda tertarik untuk banyak menelaah masalah seperti ini, kami sarankan anda membaca sebuah karya menarik. Dalam kitabnya, Al-Muslimun baina Qarnain, (umat Islam di dua abad terakhir), Dr. Yusuf Al-Qaradawi banyak bercerita tentang hal ini. Selain segudang prestasi, umat Islam juga mengalami berbagai macam kemunduran.

Benturan Ikhwan, Salafi dan HT
Secara aqidah, ketiga kelompok ini sama-sama ahlussunnah wal jamaah. Bahkan para petingginya saling berhubungan erat. Kalau ada perbedaan, sebenarnya masalah teknis bekerja di lapangan.

Kalau HT lebih senang memulai dari membangun khilafah, ikhwan lebih suka mulai dari pembinaan pribadi hingga akhirnya baru khilafah. Sedangkan Salafi mungkin lebih sering bicara masalah pemurnian aqidah dan memberantas bid'ah.
Tetapi ketiganya sama-sama memakai Al-Quran yang sama, hadits yang sama, dan bernabi kepada nabi yang sama. Nyaris tidak ada perbedaan mendasar dari ketiganya.
Kalau ada kesan satu sama lain saling berbeda, sebenarnya hanya fenomena di level akar rumput. Boleh jadi masing-masing pendukung 'kesebelasan' terlibat baku hina, baku caci dan baku ejek. Memang perlu disayangkan, sebab seharusnya sikap-sikap tidak dewasa seperti itu tidak perlu terjadi. Selain haram hukumnya, yang malu kita-kita juga kalau ditertawakan oleh barisan orang kafir.
Tetapi apa mau dikata, begitulah barangkali ciri-ciri suporter sebuah kesebelasan. Bisanya hanya saling mencaci dan menabuh genderang. Kalau disuruh main bola yang sesungguhnya, belum tentu bisa.

Logika sederhananya, kalau mau akur dan rukun, ada dua jalur yang perlu dipikirkan.
Pertama, jalur kesadaran dari masing-masing elit kelompok. Para petinggi masing-masing kelompok perlu sering-sering bertemu dan duduk bersama. Semua pihak harus sadar bahwa di level akar rumput memang sudah terjadi hal-hal yang kurang baik. Adalah merupakan tanggung-jawab masing-masing elit kelompok itu untuk meredam, menahan diri dan menertibkan pada pengikutnya.

Kedua, barangkali kesadaran dari elitnya belum muncul, kita bisa berharap dari akar rumput masing-masing. Penyadaran untuk saling akur dan rukun tidak selamanya harus top down, bisa saja bersifat bottom-up. Dari bawah ke atas.
Untuk itu memang perlu sosialisasi tentang kesadaran kerukunan dan berukhuwah, mengurangi perbedaan pandangan yang mengarah kepada perpecahan, bahkan perlu kajian dan analisa tentang dampak negatif dari munculnya keributan antara kelompok.
Kita mungkin belum mampu untuk mengatakan kepada masing-masing kelompok untuk masing-masing membubarkan diri lalu bersatu dalam satu wadah bersama. Tetapi setidaknya kita bisa berharap bahwa masing-masing tetap berjalan beriringan, saling bela, saling hormat, saling sayang, saling melengkapi dan saling bersikap husnudzdzan.
Mungkin tidak ada salahnya, masing-masing kelompok diajak untuk membahas dan merenungi ayat-ayat berikut ini:
“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
(QS. AlHujurat: 8)



“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”
(QS. AlHujurat: 9)

“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”
(QS. AlHujurat: 10)


“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”
(QS. AlHujurat: 11)


Semoga Allah SWT menyatukan hati-hati umat Islam dan menghangatkan kemesraan dalam memperjuangkan agama-Nya. Amien
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Download Disini.......

Tuesday, 26 May 2009

PKS (Partai Keadilan Sejahtera)

Mengapa Umat Islam tidak memilih PKS pada pemilu Legeslatif 2009, sekarang pencapaian suara PKS 7.8% di minta lebih untuk mencalonkan Presiden dan dengan keputusan Koalisi dengan SBY-Boediono,,PKS lagi – lagi dapat kritikan Pedas mengatasnamakan umat Islam. Sebenarnya siapa di balik itu semua??? Musuh Islam atau mereka Yang sakit hati dengan PKS, Asstaghfirullah segeralah bertaubat……
Sabarlah PKS –ku Jalan Dakwah Masih panjang. Allahu Akbar...3x

Selama ini saya belum melihat partai islam yang lain lebih baik dari PKS,karena banyak diantara para petingginya yang terkait kasus korupsi dll.

Rasanya tidaklah bijak kalo kita hanya menyalahkan PKS atas pergolakan ini,tapi salahkan juga UMAT YANG DENGAN IKLAS LEBIH MEMILIH PARTAI NON ISLAM,sehingga partai2 islam termasuk PKS tidak punya pilihan.
salahkan diri kita masing2 mengapa tidak mendawahi keluarga dan kerabat kita untuk tidak memilih partai islam sehingga mrk bisa bergerak demi tegaknya islam di indonesia.

Jangan2 kita selama ini hanya jadi penonton dan hanya bisa menghujat dan menghujat tapi tidak mau bergerak dan memperbaiki keadaan...astagfiruLLAH.


Comment :1
Kenapa yang selalu 'diprotes' itu PKS? Kenapa penulis mengatasnamakan dirinya seolah-olah 'Umat Islam' akan kecewa?
PKS juga sekumpulan manusia yang rasional pak, berapa dana utk RI-1 dan 2 triliunan. Jika PKS 'nekad' tentu kembali dihujat. Kita lihat, seminggu terakhir, hanya PKS lah yang 'siap utk bentuk blok baru' jika SBY tidak mau klarifikasi. Dalam persiapan itu, partai Islam selain PKS sudah masuk kembali ke SBY. Jadi PKS lah yg terakhir kembali berkoalisi, tentunya dengan perhitungan madharat paling kecil pak. Lihatlah PilGub Jakarta, Pilwali Depok, semua kekuatan mengurung PKS. Lalu haruskah PKS memaksakan diri dalam Pilpres sendirian dengan partai menengah lain yang terbukti ingin juga mendapat posisi RI1/2 semisal SB, dll? Haruskah PKS terus dihujat? Astaghfirullah. Lihatlah klarifikasi di situs pk-sejahtera.org atau berita-berita lainnya biar adil.


Comment : 2
Kadang kala kita sulit membedakan antara idealis dan realita , kalaulah kita sedikit mau berkaca dan menoleh kebelakang , banyak contoh dalam siroh nabawiyah dan sahabiyah yang dapat kita jadikan referensi apa dan mengapa langkah yang diambil Pks seperti ini.
Keputusan besar harus diambil dalam jarak waktu yang tinggal jam , menit bahkan detik , bagaimana panglima khalid bin walid dilempari batu , dicaci maki ketika beliau membawa pasukannya mundur dari medan laga ( karena kondisi pasukan yang sudah tidak seimbang , beliau lebih baik mundur selangkah dari pada harus mengorbankan pasukannya untuk harakiri ) , Bagaiamana Rasullullah menasehati abudzar alghifari dengan bijaksana atas keberanianya yang kurang memperhatikan kondisi , dan Rasullulah sendiri pernah dipertanyakan oleh sahabat ketika sebuah keputusan Baliau dianggap tidak mewakili Idealisme umat saat itu... tapi itulah realita.

Saya awalnya juga sulit untuk memaknai langkah mas'ul di Pks atas keputusan ini , idealisme saya berontak .. tapi tabir realitas membatasi langkah2 mas'ul untuk berbuat yang terbaik menurut idealisme kita , perjalanan dakwah ini masih sangat jauh , panjang dan semakin berat dengan tantangan yang semakin keras.
Mungkin sedikit yang masih perlu dibenahi adalah pola komunikasi , tidak hanya dengan SBY ,Demokrat ataupun mitra Koalisi , tetapi yang jauh lebih penting adalah pola komunikasi internal , bila sudah dalam tataran ranah publik seyogyanya para mas'ul menyampaikan pendapat haruslah pendapat yang telah diputuskan dalam syuro' bukan pendapat personal lagi , dipundak seorang kader apalagi para mas'uliyah membawa beban dakwah dan Pks , pola komunikasi kepada kader diakar rumput haruslah lebih komunikatif dua arah juga , tidak perlu distorsi komunikasi oleh jenjang struktural maupun jenjang tarbawiyah , ada yang perlu disampaikan secara terbatas , tapi ada juga yang harus disampaikan kepada seluruh kader , terutama apa yang sudah menyangkut opini publik , Pks harus memperkuat public relation speaking yang profesional , semoga ini semua ada ibrohnya buat kemaslahatan dakwah kedepannya.
Jazakallah kk

Comment : 3
Kalo saya berfikiran awam, pasti sy menganggap PKS itu berada pada jalan yang salah, tetapi kalo saya mengkaji lagi, maka saya harus melihat akar permasalahnnya, faktor2 apa sj yg bisa membuat PKS sprti itu. saya yakin orang2 PKS itu bisa mngambil keputusan (syura) dan tentunya tujuan utama bukan kekuasaan, tetapi bagaimana mengggunakan kekuasan untuk mengabdi kepada Allah.

Mengapa PKS tidak mempelopori bangkitnya Politik Islam, saya kira pertanyaan ini harus dilihat bagaimana keadaan partai politik islam sekarang, bagaimana karekter pemilih islam, lihat saja Indonesia adalah Penduduk Islam terbesar di dunia, tetapi mengapa justru partai nasionalis yang menang. jangankan antar partai mau bergabung, sesama pengurus saja masih tidak solid dan kadang saling mencela. Inilah yang sekiranya patut diambil perhatian kita.

Dan ingat proses ini adalah kelanjutan dari proses yang lalu, kerja sekrang adalah kelangsungan untuk yang akan datang, pelan tapi pasti. Dan ngat lagi kalo kita memahami politik kita harus mengetahui jenis-jenis koalisi yang diambil, dan jenis koalisi PKS ini bukan koalisi ideologi, melainkan koalisi strategis. Bagaimana PKS mengambil peran untuk pemerintahan. Tentunya inilah yang dinamakan menjemput kemenangan untuk yang akan datang. Lihat saja kerja kader PKS saat ini baik menteri maupun dewannya udah banyak terbukti amanah. Kita lihat saja nanti...

Comment : 4
Sebenarnya pemilu legislatif bisa menjadi cermin untuk kita, bahwasanya umat islam sendiri saat ini masih 'belum siap' untuk memilih partai islam. Menurut pandangan saya mungkin ini ijtihad politik PKS untuk berusaha menjadi payung dakwah terlebih dahulu sampai ummat islam benar-benar siap untuk menjadikan islam sebagai way of life, sehingga dengan sendirinya akan mendahulukan partai islam ketimbang partai nasionalis dan sekuler. Perlu di catat, kegagalan partai islam adalah tanggung jawab kita bersama, yang telah membiarkan setidaknya orang-orang disekitar kita untuk memilih partai nasionalis-sekuler. Saya yakin kalau ummat islam sudah memiliki kecenderungan kepada partai Islam, PKS tidak akan bersusah payah membangun koalisi dengan partai nasionalis-sekuler. Yang terpenting buat kita adalah mengawal para pemimpin partai islam agar selalu berkhidmat kepada ummat islam. Wallahua'lam bishowab.

Comment : 5
PKS masih perlu banyak belajar dari perjalanan politik, tingkatkan mutu SDM, membaur dengan masyarakat dan jadikan kehidupan islam bagian dari kebiasaan rakyat, saya yakin dengan sendirinya rakyat akan memilih PKS.

Comment : 6
mungkin kita perlu positif thinking ...., barangkali ini bisa juga sebagai sarana untuk menunjukkan bagaimana kita sebagai orang muslim....dan sebagai orang muslim kita berdoa saja semoga pimpinan kita nanti tetap ingat tujuan semula....yaitu mensejahterakan rakyat......Allahu Akbar......

Comment : 7
Sebaiknya kita yg mengaku umat Islam intropeksi diri , apakah selama ini sudah benar benar menentukan pilihannya pada Partai yg berbasis Islam ?

Sepengetahuan saya dan saya yakin bahwa keputusan yg diambil oleh teman teman di PKS sudah difikirkan secara matang manfaat dan mudhoratnya terhadap perkembangan da'wah kedepan ..

Jadi mari kita selaku umat Islam dapat berperan aktif dalam memenangkan partai Islam di masa mendatang , dan yakinlah akan janji Alloh Swt kemenagan itu akan datang kalau kita mau bersungguh sungguh dalam menegakan agama Alloh Swt.

Amin....

Tuesday, 28 April 2009

Dr. YUSUF QORDHAWI


Friday, 28 November 2008

SIAPA SALAFI YANG SEBENARNYA ?

Oleh : H.Imanan, S.Ag.

           • 
      
“Katakanlah: Inilah jalan (Agama) ku, aku dan orang – orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada tiada termasuk orang – orang yang musyrik” (Q.S. Yusuf(108) ayat :108)


 : Aku dan orang –orang yang mengikutiku,  •
“Shahabat Ibnu Abbas berkata, : Yaitu para shahabat Rosulullah SAW. Mereka berada di atas jalan yang baik dan petunjuk yang lurus. Mereka adalah gudang ilmu dan iman dan mereka adalah tentara Ar-Rahman (ALLAH)”

Rasulullah SAW bersabda :
“Sungguh aku telah meninggalkan kalian diatas jalan yang lurus dan terang. Malamnya bagaikan siangnya.Tak ada seorangpun yang menyeleweng dari jalanku kecuali ia akan binasa(tersebut).Sesungguhnya siapa diantara kalian yang masih hidup(dalam waktu yang lama) akan melihat perselisihan yang banyak. Maka ikutilah apa yang kalian ketahui dari sunnahku dan sunnah para khalifahku yang mendapatkan petunjuk dan terbimbing, gigitlah (sunnahku dan sunnah mereka dengan gigi geraham kalian)”
(HR. Ibnu Majah)
Mengikuti salafush shalih (generasi terdahulu yang shalih) adalah jalan keselamatan dan tercepat menuju kejayaan. Orang yang mengikuti salafush shalih inilah yang kemudian lazim disebut salafi.
Namun apa jadinya jika ternyata kata salafi (pengikut salaf) ini menjadi sebuah klaim kelompok tertantu.Paranya lagi, klaim menjadi bola salju yang tak terkendali. Meski sama – sama mengikuti salafush shalih, mereka menganggap orang – orang yang berada di luar kelompoknya bukan termasuk salafi. Sikap keraspun segera disematkan sebagai konsekuensi tidak bergabungnya seseorang dalam kelompok ini.
Runyamnya lagi jika ternyata karakter kelompok yang mengklaim dirinya salafi tersebut berbeda dengan generasi salafi dalam banyak hal.Lalu siapa salafi yang sebenarnya ? Apakah kelompok yang mengikuti salaf ? Atau kelompok yang hanya mengaku dan menggunakan nama “salafi”

DEFENISI SALAF
Dr. Abdullah bin shalih al-Mahmud menegaskan, bahwa yang dimaksud dengan kata salaf menurut istilah syara’ adalah para shahabat Rasulullah, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan seluruh umat yang mengikuti jejak mereka dengan baik hingga hari kiamat, di mana al-‘Adalah(keadilan) dan kebersihan diri mereka telah diakui oleh umat secara ijma’, dan mereka tidak pernah tertuduh melakukan bid’ah yang menyebabkan kekufuran atau kefasikan.(Mauqifu Ibni Taimiyah minal Asy’irah : 1/28)
Pada awalnya, yang dimaksud dengan generasi salaf adalah generasi shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in. Namun karena masa kehidupan mereka (terutama masa tabi’in dan tabi’ut tabi’in) mulai timbul berbagai sekte (kelompok) sesat seperti Khawarij, Rafidhah, Qodariyah, Jabbariyah, Murji’ah dan Mu’tazilah,maka istilah salaf ini selanjutnya mempunyai dua pengertian (al – Madkhal li ad-Dirasat al-Aqidah al-Islamiyah ‘ala Madzhab ahli Sunnah wal al-Jama’ah : 14)
Pertama, Aspek qudwah (keteladanan) Artinya, yang dimaksud dengan istilah salaf adalah tiga generasi pertama islam yang disebut sebagai al-Qurun al-Mufadhalah(tiga generasi mulia) yaitu generasi shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in.
Kedua, aspek manhaj(Metode). Artinya salaf tidak terbatas pada tiga generasi utama saja,namun juga mencakup setiap muslim yang mengikuti manhaj mereka sampai hari kiamat nanti. Siapa salaf atau pengikut salaf.
Karena itu, setelah timbul sekte – sekte sesat itu, para ulama sepakat menyatakan istilah salaf digunakan juga untuk setiap orang yang mengikuti dan menjaga kemurnian islam sesuai dengan manhaj dan pemahaman tiga generasi pertama islam.
Selanjutnya perlu diperhatikan, istilah salaf atau mengikuti manhaj salaf tidak cukup dengan sekedar pengakuan dan slogan kosong semata, namun lebih dari itu adalah praktek yang benar – benar dan sungguh – sungguh dalam mengikuti pemahaman dan jejak langkah para shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in.
Dr. Ibrahim bin Muhammad al-Buraikan berkata : “Dengan ini diketahui bahwa pensifatan dengan salaf itu merupakan pujian atas setiap orang yang menjadikannya sebagai qudwah, dan manhaj. Adapun mensifati diri dengan salaf tanpa merealisasikan kandungan lafal ini maka tidak ada pujian baginya, karena ukuran (salaf tidaknya seseorang) adalah praktek dari nama tersebut, bukan sekedar nama tanpa pelaksanaan.”

H.Imanan, S.Ag.
Wakil Bendahara PDM Kota Surabaya dan
Anggota Lajnah Tarjih Muhammadiyah Kota Surabaya